<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<resource xsi:schemaLocation="http://datacite.org/schema/kernel-4 http://schema.datacite.org/meta/kernel-4/metadata.xsd"
          xmlns="http://datacite.org/schema/kernel-4"
          xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance">
    <identifier identifierType="DOI">10.34820/FK2/QFWXP1</identifier>
    <creators><creator><creatorName>PERDINI PUTRI, IDOLA</creatorName><affiliation>(Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Humanities and Media Studies)</affiliation></creator></creators>
    <titles>
        <title>Pola Komunikasi Prosesi Marhata Sinamot pada Pernikahan Adat Batak Toba dalam Membentuk Identitas Budaya Suku Batak Toba di Bandung</title>
    </titles>
    <publisher>Telkom University Dataverse</publisher>
    <publicationYear>2022</publicationYear>
    <resourceType resourceTypeGeneral="Dataset"/>
    <relatedIdentifiers><relatedIdentifier relatedIdentifierType="DOI" relationType="HasPart">doi:10.34820/FK2/QFWXP1/POO6UQ</relatedIdentifier></relatedIdentifiers>
    <descriptions>
        <description descriptionType="Abstract">Marhata Sinamot merupakan kegiatan adat yang membicarakan mahar dan perlengkapan pesta agar terlaksana pernikahan secara adat Batak Toba. Di daerah asalnya, kegiatan tersebut dilakukan berbeda hari. Namun di Bandung, kegiatan ini disatukan dengan hari Martumpol (tunangan) untuk mengefektifkan waktu karena kesibukan di kota. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pola komunikasi Marhata Sinamot di Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi dan hasil wawancara dengan ketua bidang adat, Raja Parhata, dan pengantin yang diuji kebenarannya dengan triangulasi waktu dan dianalisis dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menyatakan pola komunikasi dimensi sosial menunjukkan komunikasi yang akrab dalam penentuan Raja Parhata dan dimensi konsep menunjukkan suasana ketat hukum adat dan memiliki simbol dan makna sebagai komunikasi verbal dan nonverbal sehingga membentuk identitas Batak Toba di Bandung. Pola komunikasi dimensi sosial dan konsep tersebut mampu membentuk identitas budaya Batak Toba di Bandung dan membedakannya dengan daerah asal.</description>
    </descriptions>
    <contributors><contributor contributorType="ContactPerson"><contributorName>PERDINI PUTRI, IDOLA</contributorName><affiliation>(Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Humanities and Media Studies)</affiliation></contributor></contributors>
</resource>
